
Kolaka, BedaKasus.com – PT Vale Indonesia Tbk melalui proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menggelar kegiatan seminar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta simulasi kebakaran bagi siswa dan siswi SMK Negeri 9 Kolaka, Senin (2/2/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional 2026.
Kegiatan edukatif tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya keselamatan kerja, khususnya di sektor industri pertambangan, sekaligus membekali siswa dengan pengetahuan dasar menghadapi kondisi darurat kebakaran di lingkungan sekolah maupun rumah.
Dalam seminar tersebut, para siswa diperkenalkan dengan konsep dasar bahaya, risiko, dan upaya pengendalian yang lazim diterapkan di industri pertambangan. Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti simulasi penanganan kebakaran, mulai dari identifikasi sumber api hingga langkah awal penanggulangan dalam situasi darurat.
Senior Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst PT Vale IGP Pomalaa, dr. Aditya Hafria Vanani, MKK, HIU, mengatakan edukasi tanggap gawat darurat kebakaran menjadi bagian penting dari upaya pencegahan risiko sejak dini.
“Edukasi tanggap gawat darurat kebakaran ini kami berikan untuk membekali para siswa jika suatu saat menghadapi kondisi darurat, baik di rumah maupun di sekolah,” ujar dr. Aditya.
Ia menjelaskan bahwa pemahaman mengenai konsep bahaya dan risiko harus diikuti dengan kemampuan melakukan pengendalian awal secara tepat. Salah satu bentuk mitigasi dini yang perlu diketahui masyarakat, termasuk pelajar, adalah kesiapsiagaan menghadapi kebakaran.
“Terkait konsep bahaya, risiko, dan pengendalian, salah satu pengendalian atau mitigasi dini yang perlu dilakukan adalah tanggap gawat darurat kebakaran.
Harapannya, ketika terjadi kebakaran di rumah atau di sekolah, mereka sudah memiliki pengetahuan dasar untuk mencoba melakukan penanganan awal,” jelasnya.
Menurut dr. Aditya, kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen PT Vale dalam membangun budaya keselamatan tidak hanya di lingkungan kerja perusahaan, tetapi juga di tengah masyarakat, khususnya kalangan pelajar sebagai calon tenaga kerja masa depan.





