Kolaka, bedakasus. com –
PT Toshida Indonesia kembali meluruskan sejumlah isu yang berkembang di Kolaka Timur. Dalam konferensi pers di Kolaka pada Kamis (22/10/2025),
General Manager Umar menjelaskan bahwa perusahaan hadir bukan hanya untuk menambang, tetapi juga untuk membangun dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Umar membuka keterangannya dengan menegaskan soal legalitas. Menurutnya, PT Toshida telah memegang izin resmi jauh sebelum Kolaka Timur menjadi daerah otonom.
“Kuasa Pertambangan kami sudah ada sejak 2008, lalu ditingkatkan menjadi IUP Operasi Produksi tahun 2010. Jadi, kami tidak mungkin disebut ilegal, karena izin ini lahir lebih dulu daripada terbentuknya Kabupaten Kolaka Timur,” ujarnya.
Isu penghalangan kunjungan pemerintah daerah juga ikut dijelaskan. Umar menekankan bahwa perusahaan tidak pernah menolak kehadiran pemerintah,
hanya memastikan kunjungan dilakukan sesuai dengan prosedur keselamatan tambang.
“Area tambang itu berisiko tinggi. Kami wajib menerapkan SOP K3 bagi semua yang masuk, termasuk pejabat pemerintah, agar keselamatan terjamin,” jelasnya.
Lebih jauh, Umar menyoroti komitmen sosial perusahaan melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Salah satunya adalah pembangunan Masjid di Desa Taure, Kecamatan Aere, Kolaka Timur.
“Kami datang langsung ke lokasi, butuh enam jam perjalanan dari Kolaka. Kami ingin melihat sendiri kondisi masyarakat dan masjid yang akan dibangun.
RAB sudah ada, dan pelaksanaan tinggal dijalankan bertahap,” katanya dengan penuh keyakinan.
Terkait dengan permintaan penghentian sementara aktivitas tambang oleh Pemkab Koltim, Umar menegaskan bahwa keputusan seperti itu bukan kewenangan pemerintah kabupaten.
“Aturan jelas, penghentian operasi hanya bisa diputuskan oleh Kementerian ESDM. Kami selalu berkoordinasi dengan pusat dan provinsi,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Umar menegaskan bahwa PT Toshida ingin selalu bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.
“Kami tidak ingin ada jarak. Kami percaya tambang ini bisa membawa manfaat bersama, meningkatkan ekonomi, dan menjadi bagian dari pembangunan Kolaka Timur,” pungkasnya.





