
Kolaka, Bedakasus,com — Program pengembangan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Kolaka memasuki tahap penting dengan dilaksanakannya panen perdana demplot padi di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Senin (9/3/2026).
Program ini merupakan kolaborasi PT Vale Indonesia Tbk, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta lembaga riset untuk mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.
Panen bersama tersebut merupakan kelanjutan dari penanaman perdana yang dilakukan pada November 2025 di tiga desa binaan PT Vale, yakni Desa Puubunga dan Desa Pubenua di Kecamatan Baula, serta Desa Lemedai di Kecamatan Tanggetada.
Kegiatan ini dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Widiastuti, Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Tanaman Pangan Kus Prisetiahadi, serta Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN Yudistira Nugraha bersama sejumlah pejabat daerah dan stakeholder lainnya.

CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, mengatakan program demplot padi berkelanjutan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di sekitar wilayah operasional.
“Keberlanjutan bagi PT Vale tidak hanya tentang pertambangan yang bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana perusahaan tumbuh bersama masyarakat melalui program pemberdayaan yang memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.
Program demplot tersebut mengintegrasikan riset dan teknologi budidaya padi berkelanjutan yang adaptif terhadap kondisi lahan lokal. Total lahan yang dikembangkan mencapai 36 are, terdiri dari 10 are budidaya organik dan 26 are budidaya konvensional dengan sejumlah varietas unggul seperti PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu.
Selain itu, diterapkan pula inovasi teknologi perennial rice dan metode Salibu, yang memungkinkan tanaman padi tumbuh kembali setelah panen tanpa perlu penanaman ulang, sehingga dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi bagi petani.
Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Indonesia, Endra Kusuma, menambahkan bahwa program ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas petani melalui pendampingan intensif serta transfer teknologi pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Hasil panen menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan. Pada lahan organik seluas 10 are, varietas Trisakti menghasilkan sekitar 6,9 ton. Sementara pada lahan konvensional seluas 26 are, total panen mencapai sekitar 15 ton dari beberapa varietas yang diuji.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, Akbar, yang mewakili Bupati Kolaka, mengapresiasi dukungan PT Vale dalam penguatan sektor pertanian di daerah. Ia berharap program demplot ini dapat menjadi contoh penerapan inovasi pertanian yang dapat dikembangkan lebih luas.
“Sinergi antara pemerintah dan perusahaan sangat penting untuk mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujarnya.





